Rabu, 26 Februari 2014

Untittle



Tulisan ini, entah kenapa begitu saja tertulis..
Tanpa motif yang jelas..
Hanya saja, aku ingin menceritakan segelintir perasaan yang tak mungkin terucap..

Kamu tahu? Sejak kapan aku mulai tertarik dengan senja? Ya, sensasi eksotik senja yang begitu menawan. Itu merupakan fenomena yang sangat indah, menurutku. Sama halnya denganmu!

Kamu memiliki semburat senyum senja itu. Senyum yang sangat mendamaikan, seperti ketika aku menikmati senja sepulangnya kita latihan. Sekelebat rasa senang menyelimuti diriku seketika.

Hanya ada satu hal yang ku sesali. Aku hanya bisa memandang pundakmu saja. Memandangmu yang tengah asyik mengendarai matic barumu itu. Meski aku sangat ingin duduk di belakangmu. Bersandar di bahumu. Menikmati senyum menawanmu dari balik spion. Namun satu hal yang kita semua tahu, itu sangat sulit bukan? Karena aku terjebak bersama dia. Dia yang lebih dulu menanamkan perasaan ini di hatiku.

Ingin rasanya ku tertawa bersamamu. Meski tak ada hal yang begitu lucu. Hanya saja, aku bahagia melihatmu tertawa lepas seperti itu..

Hatiku serasa remuk saat kamu berkata kamu merasa kesepian. Kamu merasa letih dan membutuhkan seseorang di sampingmu. Di saat perasaan itu mulai berkelebat di dirimu. Tapi apa mau dikata? Aku hanya bisa diam, bukan? Hatiku sangat kecut, kamu tahu itu? Karena aku tak bisa melakukan sesuatu yang pasti, untukmu..
Aku sangat ingin melihatmu terbebas dari belenggunya. Seseorang yang amat kamu cintai. Meski telah menyakitimu.

Lihatlah dirimu saat ini! Kamu begitu rapuh, seakan tak punya cinta lagi. Aku benci melihatmu seperti itu. Aku ingin kamu selalu tertawa lepas. Aku ingin kamu selalu bersemangat.

Melihat semangatmu yang menggebu gebu, membuat gairahku berada di tingkat atas. Membakar semangatku tuk melantunkan lagu lagu yang sering kita mainkan bersama. Hanya karena aku bahagia melihatmu tersenyum, tertawa lepas seperti itu, entah mengapa membuahkan secuil senyum di bingkai wajahku. Dan juga hatiku, tentunya!

Semangatmu, memberikan motivasi tersendiri bagiku tuk tetap bertahan. Semangatmu lah yang selalu mendorongku tuk terus belajar memaknai lagu lagu yang kita bawakan.

Setelah ini semua.. pada akhirnya aku lah yang salah. Menaruh perasaan seperti ini terhadapmu, perasaan yang tak berujung. Mungkin waktu yang terlambat mempertemukan kita, dan aku yang harus tersakiti di sini, jika harus melepas perasaanku terhadapmu. Kau tahu maksudku kan?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar