Tulisan ini, entah
kenapa begitu saja tertulis..
Tanpa motif yang jelas..
Hanya saja, aku ingin
menceritakan segelintir perasaan yang tak mungkin terucap..
Kamu tahu? Sejak kapan
aku mulai tertarik dengan senja? Ya, sensasi eksotik senja yang begitu menawan.
Itu merupakan fenomena yang sangat indah, menurutku. Sama halnya denganmu!
Kamu memiliki semburat
senyum senja itu. Senyum yang sangat mendamaikan, seperti ketika aku menikmati
senja sepulangnya kita latihan. Sekelebat rasa senang menyelimuti diriku
seketika.
Hanya ada satu hal
yang ku sesali. Aku hanya bisa memandang pundakmu saja. Memandangmu yang tengah
asyik mengendarai matic barumu itu. Meski
aku sangat ingin duduk di belakangmu. Bersandar di bahumu. Menikmati senyum
menawanmu dari balik spion. Namun satu hal yang kita semua tahu, itu sangat
sulit bukan? Karena aku terjebak bersama dia. Dia yang lebih dulu menanamkan
perasaan ini di hatiku.
Ingin rasanya ku
tertawa bersamamu. Meski tak ada hal yang begitu lucu. Hanya saja, aku bahagia
melihatmu tertawa lepas seperti itu..
Hatiku serasa remuk
saat kamu berkata kamu merasa kesepian. Kamu merasa letih dan membutuhkan
seseorang di sampingmu. Di saat perasaan itu mulai berkelebat di dirimu. Tapi
apa mau dikata? Aku hanya bisa diam, bukan? Hatiku sangat kecut, kamu tahu itu?
Karena aku tak bisa melakukan sesuatu yang pasti, untukmu..
Aku sangat ingin
melihatmu terbebas dari belenggunya. Seseorang yang amat kamu cintai. Meski telah
menyakitimu.
Lihatlah dirimu saat
ini! Kamu begitu rapuh, seakan tak punya cinta lagi. Aku benci melihatmu
seperti itu. Aku ingin kamu selalu tertawa lepas. Aku ingin kamu selalu
bersemangat.
Melihat semangatmu
yang menggebu gebu, membuat gairahku berada di tingkat atas. Membakar
semangatku tuk melantunkan lagu lagu yang sering kita mainkan bersama. Hanya
karena aku bahagia melihatmu tersenyum, tertawa lepas seperti itu, entah
mengapa membuahkan secuil senyum di bingkai wajahku. Dan juga hatiku, tentunya!
Semangatmu, memberikan
motivasi tersendiri bagiku tuk tetap bertahan. Semangatmu lah yang selalu
mendorongku tuk terus belajar memaknai lagu lagu yang kita bawakan.
Setelah ini semua..
pada akhirnya aku lah yang salah. Menaruh perasaan seperti ini terhadapmu,
perasaan yang tak berujung. Mungkin waktu yang terlambat mempertemukan kita,
dan aku yang harus tersakiti di sini, jika harus melepas perasaanku terhadapmu.
Kau tahu maksudku kan?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar