Kamis, 20 Maret 2014

Hujan Cinta?

Terlalu dini menyebut ini berakhir. Tahun 2014; tahunnya kita..

Waktu memang terlambat mempertemukan kita..
Tapi aku bersyukur, karena ia masih berpihak pada kita..

Malam itu, hujan seakan turut merasakan kesedihan kita. Mereka turun satu demi satu. Tanpa pertanda, tanpa isyarat. Tak peduli dengan keramaian jalan dan derasnya hujan. Aku tetap pada keputusanku. Tak ku hentikan langkahku sedikitpun.

Mataku menerawang mencoba mengingat kejadian tadi. Potongan kisah itu dengan egoisnya menari-nari dalam ingatanku. Ah, sudahlah. Tak mau ku ambil pusing lagi. Tiba-tiba ponselku berdering menyuarakan lagu Still Into You dari Paramore, sebuah pertanda ada panggilan masuk. Di dalam sana tertera nomor yang tak asing lagi bagiku. Tak salah lagi. Segera ku angkat telpon itu.

B: “Kamu di mana?”
D: “Aku di seberang jalan, menunggu hujan reda”
B: “Kamu di sana sama siapa? Tunggu aku di sana!”
D: Sudah, gak usah ke sini. Aku ingin pulang sendiri”
B: Pokoknya tunggu aku di sana. Oke?!”

Klik.

Sensasi hangat tiba-tiba menyelubungi atmosfir di sekujur tubuhku, memercikkan sedikit firasat baik.
Dari kejauhan ku lihat sosokmu samar-samar masih memegangi handphone, membelah kerumunan mobil yang berlalu lalang di tengah hujan yang tak kunjung reda. Aku dapat merasakan wajahku memancarkan rona merah; aku bahagia.

Kau datang padaku, semakin dekat saja. Hingga dapat ku rasakan derap langkahmu ataukah itu degup jantungku yang makin menjadi? Entahlah, aku tak tahu pasti.

Ya Tuhan..
Sekarang kau hanya tinggal beberapa senti di depanku. Kau lalu memegang kedua tanganku, dan menangkupkannya di depan dadamu seraya berkata..

B: “Aku minta maaf sudah membuatmu kecewa. Bukan maksudku mengucapkan kalimat-kalimat bodoh tadi di depan mereka. Aku menyayangimu, benar-benar sayang padamu. Tatap mataku, apakah kamu menemukan kebohongan di sana? Ayo tatap! Jangan tatap lantai itu, tak ada jawaban di sana”

Aku dapat merasakan keseriusan di sana, di kedua bola matanmu yang tajam.

Hening sejenak..

B: “Kamu sayang kan sama aku? Kalau benar begitu, kamu harus ikut aku pulang! Akan aku antar kamu ke rumahmu”
D: *speechless*
B: “Tunggu di sini yah, jangan kemana-mana. Aku mau ambil motor dulu, lalu kita pulang”

Aku tak mengiyakan dan tak juga menolak. Aku hanya bergeming.
Ku lihat kau berlalu. Tak sedikitpun ku palingkan pandanganku darimu, hingga kau benar-benar menghilang..

"All of my doubt suddenly goes away somehow, one step closer"

Seperti itulah potongan moment yang kita lewati bersama. Kita mengalami malam-malam yang sangat berat, aku tahu itu. Tapi aku bersyukur, kali ini waktu berlaku sangat adil padaku..

Makasih kuucapkan teruntuk kekasih hatiku..
Makasih karna kamu memperjuangkan rasa ini, rasa yang ku kira akan mati bersama semua kenangan yang tersapu oleh hujan..
Makasih karna kamu memberiku satu hal yang luar biasa; kebahagiaan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar